Amankan Demo Mahasiswa, salah satu Polisi terkena Lemparan Batu

Humasmakota – Polres Malang Kota, Aksi berujung ricuh yang dilakukan ribuan mahasiswa di gedung DPRD Kota Malang hari ini (Selasa, 24/9) tak hanya membuat wartawan MalangTIMES menjadi korban. Salah satu petugas kepolisian yang bertugas saat mengamankan aksi juga menjadi korban akibat terkena hantaman saat ricuh terjadi.

Petugas kepolisian tersebut yakni Brigadir Ahmad Rofiqun Nabil. Dia mengalami luka pada pelipis dekat mata kirinya. Dia  harus segera ditarik mundur saat bertugas dan langsung ditangani petugas medis.

Ketika ditemui awak media, Nabil sedikit menceritakan kronologi kejadian saat dirinya terkena hantaman itu. Awalnya Nabil sempat terus bergerak, tapi akhirnya harus mundur karena pelipisnya berdarah.

“Jadi, setelah gerbangnya kebuka, berarti kan kita maju. Itu nggak tahu dari samping rasanya pokoknya tiba kena aja. Nggak tau sepatu atau batu kena pelipis,” ungkapnya.

Saat kejadian, Nabil berada di garda paling depan dengan membawa alat pengaman lengkap. Ketika gerbang dibuka, ia bersama petugas paling depan yang berusaha mengamankan agar mahasiswa tidak semakin anarki.

Sempat merasa tidak apa-apa, dan masih melanjutkan tugasnya. Namun, ketika ada yang menetes dari pelipis yang awalnya dikira keringat, ternyata darah. Akhirnya ia bergerak mundur.

“Karena saya jaga bawa tameng paling depan, jadi langsung maju pas dibuka. Pas dilempar itu masih lanjut awalnya, sempat menetes dikira keringat.vgernyata berdarah. Jadi, langsung bergerak mundur,” ungkapnya.

Situasi terkini area gedung DPRD Kota Malang memang sudah mereda. Aksi kericuhan telah ditenangkan. Namun, massa aksi masih terus meneriakkan seruan. Pihak kepolisian juga masih terus berjaga dengan alat keamanan lengkap.