Antisipasi Kriminalitas menjelang lebaran Kapolres Malang Kota Berikan Himbauan

Tribratanewsmakota – Polres Malang Kota, Menjelang lebaran 2019 mendatang, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, SIK, MH. mulai mewaspadai kriminalitas jelang lebaran, menurutnya, angka kriminalitas menjelang lebaran di Kota Malang cukup tinggi terutama mengenai kasus curanmor.

Hingga hari ke tujuh ramadhan saja, sudah ada dua kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Malang, Salah satunya ialah kejadian curanmor di Jalan Tidar Sakti, Sukun pada Rabu (8/5).

Kejadian itu semua terekam kamera CCTV, namun hingga kini pelaku belum juga tertangkap, Untuk itu, Kapolres Malang Kota, memberikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menjaga barang berharganya.

Dirinya juga telah memasang spanduk di jalan untuk mengingatkan kepada warga, “Upaya-upaya sudah kami lakukan dengan terjun langsung ke masyarakat. Kami juga sering turun ke RW dan Lurah setempat.

Semoga warga bisa lebih waspada dan hati-hati,” ucapnya pada Sabtu (11/5/2019). Asfuri mengatakan, angka curanmor di Kota Malang yang paling tinggi terdapat di daerah Kecamatan Lowokwaru, Karena di sana, banyak terdapat kos-kosan tempat mahasiswa menginap.

Untuk itu ia mengimbau mahasiswa ataupun masyarakat agar tidak lalai dalam memakirkan sepeda motornya, Asfuri berpesan, agar sepeda motor selalu di kunci ganda dan di parkir di tempat yang aman.

“Memang menjelang lebaran ini angka kriminalitas meningkatkan. Mereka rela melakukan kejahatan demi memenuhi kebutuhannya di hari lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, Asfuri juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang akan melakukan mudik ke kampung halaman.

Asfuri mengimbau kepada masyarakat agar memeriksa keamanan rumah mereka sebelum meninggalkannya pastikan rumah dalam keadaan terkunci dengan baik sebelum mudik.

Selain itu, keamanan listrik juga harus diperhatikan sebelum meninggalkan rumah, Menurutnya, sebaiknya masyarakat yang hendak mudik mematikan sekring listrik di rumah mereka untuk mencegah terjadinya korsleting listrik pada saat rumah sedang kosong.

“Pastikan dulu kompor di dapur mati, agar tidak terjadi kebarakan. Jendela juga pastikan, apakah sudah di kunci dengan rapat,” ujarnya. tidak hanya itu, Asfuri juga meminta masyarakat yang hendak mudik untuk berkoordinasi dengan petugas keamanan di sekitar rumah seperti hansip atau satpam, Minimal kepada tetangga terdekat agar saling menjaga ketika rumah sudah ditinggalkan.

Menurutnya, tanda rumah kosong yang akan disatroni maling adalah lampu yang nyala pada siang hari, “Dengan menitipkan kepada tetangga insyaallah rumah kita akan aman. Kami juga akan menerjunkan petugas untuk melakukan patroli rutin terutama di tempat-tempat yang terkenal rawan kriminalitas,” tandasnya.



Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *