Wakapolda Jatim pantau langsung unjuk rasa di Kota Malang

Humasmakota – Polres Malang Kota, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Hermanto MM. secara langsung memberikan himbauan dan pemantauan kepada mahasiswa yang melakukan Aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Malang sempat ricuh, Selasa (24/9) siang.

Ribuan massa merangsek masuk ke dalam gedung dewan sembari melempar batu, sepatu dan botol minuman kemasan. Aksi tersebut sempat mengundang reaksi petugas kepolisian. Mereka menyemprotkan water canon untuk mereda aksi massa.

Tak lama berselang, Waka Polda Jawa Timur, Brigjen Pol Toni Harmanto datang untuk meninjau dan ikut meredam aksi massa. Menurut Toni, dibandingkan dengan aksi serupa, di Jawa Timur masih tergolong kondusif. Hari ini, selain di Kota Malang, ada beberapa kawasan lain yang melakukan aksi serupa. Diantaranya adalah Kediri, Pasuruan dan Surabaya.

“Saya lihat secara umum, untuk wilayah Jawa Timur, memang lebih baik dibandingkan daerah lain. Seperti halnya di Kota Malang. Sejak pagi, komunikasi terus kita buka,” terang dia kepada Malang Post.

Meski sempat terjadi sedikit kericuhan, ia menilai, hal tersebut merupakan reaksi spontan yang terjadi ketika aksi massa terjadi. “Mungkin juga terlihat dari kegiatan yang dilakukan sejak pagi. Kami terus lakukan komunikasi sejak pagi. Kami bisa terima aspirasi dari para demonstran,” ungkap dia.

Aksi massa yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut menurutnya adalah salah satu cara untuk mengungkapkan aspirasinya. Menghadapi hal tersebut, pihak kepolisian melakukan pengamanan dengan menyiapkan personil dengan peralatan lengkap hingga watwr canon. “Insya Allah, situasinya kondusif. Kami melakukan hal-hal yang bersifat persuasif dan tidak melakukan kontak fisik untuk mengamankan aksi massa. Mereka adalah mahasiswa yang merupakan adik-adik kita sendiri,” tegas dia.

Pada kesempatan tersebut, Toni berharap, aksi massa tersebut diprediksi akan berhenti hari ini. Sebab, segala bentuk aspirasi sudah disampaikan kepada anggota DPRD Kota Malang yang kemudian diteruskan ke pusat. “Saya harap tidak (ada aksi massa) lag. Semuanya kan sudah disampaikan,” tutup dia. (tea/Malangpostonline.com)