36 Pohon Ganja dimankan, 4 pelaku diamankan Polres Makota

Humasmakota – Komplotan petani ganja yang dibongkar Satreskoba Polres Malang Kota tampaknya bukan penanaman barang haram. Namun, juga merupakan pengedar utama.

Hal itu diungkapkan Kapolres Makota AKBP Asfuri, didampingi Kasat Reskoba, AKP Syamsul Hidayat, Selasa (24/4/3019). Dia menjelaskan bahwa mereka sempat menjadi pemasok ganja di kawasan. Jawa Barat (Jabar).

Menurut Asfuri, polisi saat pengungkapan kasus tersebut tidak hanya mengamankan 37 pohon ganja siap panen. Namun juga menangkap empat tersangka.

Di antara keempat tersangka itu adalah Hq alias Haqi (27) warga asal asal Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Lalu DH (24) Warga Jl Bantaran, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Selain itu, AR (23) warga Jl Almunium, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan DS (27) Jl Taman Siswa, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dijelaskan Asfuri bahwa Hq sehari-harinya tinggal di Jl Jaya Serani IX, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. “Dia ternyata pengedar utama yang sekaligus penanam 37 pohon ganja tersebut,” papar dia.

Sejak setahun menanam pohon ganja ini, Haqi sudah 2 kali panen. Dia mengedarkannya di Kota Malang sampai Jawa Barat. Pengedaran itu dalam bentuk daun ganja yang sudah dikeringkan.

Sedangkan peran 3 tersangka lainnya yakni DH, AR dan DS juga sebagai pengedar. Sehingga mereka ditangkap polisi.

Kapolres AKBP Asfuri mengungkapkan, penangkapan ini bermula setelah petugas mendapat informasi kalau DH sering mengedarkan ganja. Kemudian petugas menangkap di kawasan Lowokwaru dengan BB (Barang-Bukti) 1 bungkus plastik berisi ganja dan 1 toples berisi ganja kering.

Dalam pemeriksaan, DH mengaku kalau ganja miliknya dibeli dari AR seharga Rp 1,1 juta dengan berat ganja 120 gram. Atas informasi itu, AR ditangkap di rumahnya dengan BB 3 plastik kecil dan 1 plastik besar ganja. Adip mengaku kalau ganja miliknya dibeli dari tangan Dio. Dia beli 150 gram seharga Rp 1,4 juta.

Dia kemudian ditangkap di rumahnya dengan BB 3 plastik ganja. Dari DH  inilah akhirnya mengembang nama Haqi. Petugas bergerak cepat menangkap Haqi di Jl Jaya Serani IX.

Saat dilakukan penangkapan ditemukan 37 pohon ganja yang rata-rata setinggi 1 meter siap panen. Selain itu juga ditemukan 2 toples berisi ganja 3 plastik berisi biji ganja, ranting-ranting ganja dan timbangan.

“Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 1 junto Pasal 111 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Kami masih melakukan lengembangan bagaimana Hq mendapatkan biji ganja,” urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rumah kontrakan di kawasan Jl Jaya Serani IX, Keluarahan Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (22/4/2018) sekitar pukul 04.00, di grebek petugas Reskoba Polres Malang Kota. Hal itu dikarenakan ada dugaan di rumah tersebut dijadikan sarang narkoba ladang ganja. Tak tanggung-tanggung lebih dari 36 pohon ganja siap panen berhasil diamankan bersama 4 tersangka.

Pohon-pohon ganja yang ukurannya sudah lebih dari 1 meter itu ditanam di dalam rumah. Pohon-pohon ganja itupun segera saja diamankan ke Mapolres Malang Kota sebagai barang bukti.

Adapun para pelaku bernama AR (23) warga Jl Almunium, Kota Malang, Hq (25) mengaku warga kawasan Merjosari, DH (21) asal.Jl Dewandaru dan DS  (27) asal Bandaran, Kota Malang.

Barang bukti yang diamankan petugas di antaranya 36 pohon ganja masing-masing setinggi 1 meter siap panen, ganja kering dengan berat total 911,41 gram, biji kering ganja dengan berat total 11,84 gram, batang dan ranting ganja berat total 365 gram, 1 buah timbangan besar warna silver, 1 buah timbangan kecil warna silver, 1 unit handphone Iphone warna biru, 1 (satu) unit handphone Iphone warna putih, 1 unit handphone Assus warna hitam, dan 1 (satu) unit handphone Xiaomi warna putih.(lil/ah)