Dua Perempuan tersangka Pembunuhan di Jembatan Gadang adalah tokoh utama

Humasmakota – Polres Malang Kota, Unit Reskrim Polres Malang Kota berhasil menangkap pembunuhan TKP di Jembatan Gadang Kota Malang, kejadian hari selasa (2/4/2019) delapan jam kemudian, berhasil mengamankan 7 tersangka yang diduga melakukan pengeroyokan.

Dua cewek terlibat terlibat pembunuhan terhadap Suyono (34). Itu setelah, warga Dusun Baran, Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur dikeroyok beramai-ramai di jembatan Gadang, Selasa (02/04/2019).

Hal itu terungkap kala Wakapolres Kota Malang Kompol Bambang Christanto bersama Kasat Reskrim Polres Kota Malang, AKP Komang Yogi Arya Wiguna merilis kasus pembunuhan, Kamis (4/4/2019).

Ditegaskan jika ada dua orang tersangka yang menjadi otak pengeroyokan. Mereka adalah AW alias Tyas (21) dan IL (17). Mewakili warga Kelurahan Arjowinangun. Mereka menghasut teman-teman untuk memberi pelajaran kepada para korban yang akan dibunuh.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kota Malang AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, jika pengeroyokan hingga jatuhnya korban dibunuh maka menjadi salah sasaran. Penyebab, korban adalah pekerja serabutan. “Kedua pembunuhan otak, SW dan IL itu kerabat. Mereka melempar isu kepada teman temanya, jika mereka mengirim polisi terkait narkoba, berawal dari informasi korban. Padahal itu tidak benar, korban mengungkapkan seorang informan, ”ungkap Kasat Reskrim.

Ia melanjutkan, kedua melepaskan utama itu mempengaruhi teman-temanya di media sosial. Membantu membuat terhasut terhambat. Bahkan tersulut emosinya. Terutama, salah satu tersangka yang menusuk dengan pisau hingga 4 kali, karena terhasut dan tidak tahan melakukan Penusukan itu, menantang dilakukan Aldy (24), warga Jl. Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang. “Tersangka yang menusuk korban, AD inisial. Ia telah menyiapkan pisau untuk membunuh korban. Selain itu, dari tersangka yang ditangkap 7 orang, semua ikut serta membunuh, ”lanjutnya. Selain itu, ada beberapa tersangka yang masih DPO juga ikut membunuh korban, sebelum korban tewas dengan luka tusukan.

Beberapa tersangka lainnya, Dim (18), warga Dusun Bunder, Ampel Dento, Kecamatan Karangploso, SW (21), Shy warga Jl. Kyai Parseh Jaya, Kecamatan Kedungkandang, KA) (16) warga Kecamatan Blimbing dan BWP (15), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang. Lebih lanjut, kasat akan menjelaskan peran masing-masing tersangka. Dua tersangka yang perempuan, memang mengundang korban ke lokasi kejadian. Di lokasi itu, telah menunggu 5 tersangka lainnya. “Terhadap otak tersangka pembunuhan, bisa terancam pasal 340 (pembunuhan berencana) subsider 170 dengan ancaman 12 tahun sampai seumur hidup,” pungkas Kasat.

Terkait diberitakan sebelumnya, Suyono (34), warga Dusun Baran, Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan jembatan timur pasar induk Gadang, Selasa (02/04/2019). 

Saat ditemukan, pada bagian dada sebelah kiri dan perut yang ada bekas luka tusukan senjata tajam. Atas luka yang dialami, korban langsung tewas di lokasi. Dari informasi yang diperoleh, sebelumnya sekitar pukul 03.00 WIB, korban ke lokasi dengan mengendarai motor Honda Beat nomor Polisi N 4039 AAB bersama dua orang cewek dari Cafe Union.

Tiba di lokasi, sudah menunggu teman cewek tersebut. Selanjutnya mengeroyok dan memukul, penyerangan dengan menusuk di dada sebelah kiri dan perut korban hingga korban tewas di lokasi.

Kepolisian Kota Malang bersama Unit Inafis mengamankan 6 sepeda motor, milik korban juga saksi. Selain itu, 6 ​​buah HP milik dan dua pasang sandal jepit. Sementara pisau yang digunakan tersangka, dibuang ke sungai di bawah jembatan. (lil)