Dugaan Bullying Siswa SMP, Kasat Binmas Lakukan Koordinasi dengan Kadisdikbud Kota Malang

Humasmakota – Polresta Malang Kota, Terkait kasus dugaan kekerasan terhadap siswa SMPN 16 Malang, Kasat Binmas dan Anggota kunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang untuk koordinasi mengenai dugaan buly kepada siswa SMPN 16 Kota Malang yang dilakukan temen sekolahnya, Jumat (31/1).

Kepala Disdikbud Kota Malang, Zubaidah saat ditemua Kasat Binmas dan anggota mengungkapkan, ia langsung melakukan pemanggilan terhadap guru BK dan beberapa siswa yang merupakan teman dan terduga pelaku. “Dari pernyataan beberapa siswa itu, mereka menyatakan bahwa memang sempat bergurau di masjid,” papar dia.

Berdasarkan pengakuan siswa, jari tangan korban yang sakit bukan karena diinjak temannya. Namun, karena kecepit gesper. “Ariel sendiri yang cerita kalau dia sering kecepit gesper. Dia menahan sakit di tangannya, kemudian nggak sengaja diinjak temannya dan itu sudah minta maaf,” jelas Zubaidah.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 15 Januari 2020 lalu. Kemudian, hari berikutnya, korban kembali masuk sekolah. Kemudian, tanggal 20-21 Januari 2020, Ariel izin sakit. Namun, tanggal 22 Januari 2020 ia kembali masuk sekolah. “Kemudian, mulai tanggal 23 Januari 2020 hingga saat ini tidak masuk sekolah,” urai Zubaidah.

Sampai saat ini, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan apa yang terjadi, apakah korban merupakan korban bullying atau tidak. “kami belum bisa simpulkan 100 persen.

Sat Binmas Polresta Malang Kota akan membantu dan memfasilitasi permasalahan dengan Diknas Pemkot Malang serta akan memberikan Binluh kepada murid SMPN 16 Malang di Sekolahannya.