Latihan pengamanan unjuk rasa

Malangkotanews Sekumpulan massa berbuat anarkis di Jl. Simpang Balapan Kota Malang, Sabtu (27/1). Massa yang berasal dari pendukung salah satu Paslon tersebut tak terima lantaran tokoh yang mereka usung tidak terplih menjadi Walikota Malang.

Mereka menduga ada kecurangan dalam proses penghitungan suara.

Kericuhan yang melibatkan antara massa dan kepolisian ini diperagakkan oleh tim pengamanan Polres Malang Kota dalam menghadapi tahun politik 2018.

Dalam pilkada 2018 ini Polres Malang Kota memberikan pengamanan dan akan dilaksanakan mulai dari masa kampanye, pemungutan suara, hingga perhitungan suara. Selain itu, antisipasi kejahatan yang bakal timbul juga tak luput dari pengamanan Polres Malang Kota. Bahkan tindak kejahatan berupa pencurian sepeda motorpun turut menjadi bagian dari pengamanan ini.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menjelaskan, bahwa dalam menghadapi tahun pilkada 2018 ini pihaknya sudah mempersiapkan pengamanan disegala lini.

“Jadi hari ini Polres Malang Kota melaksanakan latihan pelaksanaan Sispam Kota dalam rangka pengamanan Pemilukada di Kota Malang”, kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada Sketsanews.

“Untuk pengamanan ini kami melibatkan sebanyak 457 Polri dan ini masih bersifat gladi, sedangkan nanti untuk pelaksanaan gladi bersih akan betambah lagi dari rekan-rekan Brimob”, ujar Asfuri.

Lebih lajut Asfuri mengatakan, bahwa sejauh ini Kota Malang masih tetap aman terkendali dan menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas baik sebelum atau sesudah Pilkada. (sketsanews.com/Im)