Mari Ciptakan Kota Malang yang Kondusif, jangan sebar Hoax melalui Radio Kalimaya Bhaskara

Humasmakota – Tragedi bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja di Surabaya dan di mako Polrestabes Surabaya, serta penangkapan pelaku teroris di sejumlah wilayah nusantara, cukup menggemparkan masyarakat. Salah satunya warga netizen di dunia maya yang cukup dibuat gelisah oleh sejumlah pemberitaan yang ada di internet. Padahal belum tentu pemberitaan yang ada di internet semuanya benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Maka dari itu perlunya para warga netizen untuk menyaring setiap berita yang di terima.

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marheni bersama anggota Operator Cyber Troops Polres Malang Kota Pengda Sugeng Riyadi menjadi narasumber acara talk show “Hallo Police Police” yang ada di saluran radio Kalimaya Bhaskara 102.1 pada hari Jumat tanggal 18 Mei 2018. Ibu Kasubbag Polres Malang Kota menghimbau kepada warga kota malang supaya tidak mudah percaya dengan pemberitaan yang tidak benar di internet. Apalagi sampai menyebarkan berita yang tidak benar tersebut.

Terkait dengan terjadinya ancaman bom yang terjadi di Kota Surabaya, sudah banyak berita yang tidak benar tentang kejadian tersebut berhamburan di dunia maya. Tentunya hal ini dapat menimbulkan kecemasan pada masyarakat Kota Malang, sehingga dapat mempengaruhi beberapa aspek-aspek kehidupan. Beberapa pemberitaan yang tidak benar beredar di kota Malang adalah sebagai berikut :
1. Bahwa telah dilakukan penangkapan di wilayah perumahan Sawojajar II.
2. Telah di temukan Bom pada saat razia di Perbatasan Adin Putra.
3. Ditemukannya Bom di salah satu Mall di Malang, dst.
Dari beberapa pemberitaan di atas ibu Kasubag humas menyatakan bahwa semua berita tersebut hoax/tidak benar, dan berita tersebut disebarkan kembali ke warga netizen, tentunya dengan diberi label hoax dan lambang humas polri yang menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar.

Operator Cyber Troops juga telah bekerja keras untuk mengkondusifkan pemberitaan yang tidak benar di dunia maya. supaya tidak menimbulkan kecemasan warga kota Malang. Pengda Sugeng juga memberikan himbauannya kepada netizen Jangan Sampai hanya Karena “Grup Sebelah” para warga net sampai masuk penjara. Apalagi sekarang UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Saring semua berita yang di terima dan cek kebenarannya kepada pihak berwajib. Apabila di lingkungannya ada orang baru yg mencurigakan, segera laporkan kepada RT/RW atau kantor polisi terdekat. (putri)