Meminimalisir Konflik Jelang Pemilu, Wujudkan Pemilu Berkualitas

Humasmakota – Pada dasarnya tidak ada istilahnya pemilu (pemilihan umum) yang bebas konflik. Inti kegiatan pemilu adalah memilih dengan konsekuensi pertentangan kepentingan didalamnya sehingga, hubungan antar kelompok pemilih akan mengalami ketegangan. Setidaknya konflik sebelum/sesudah pemilu harus diminimalisir sekecil mungkin.

Peneliti Senior dan Pakar Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Dr. Siti Zuhro, M.A. mengatakan, kualitas Pemilihan Umum (Pemilu) dapat dinilai dengan tidak adanya konflik baik sebelum maupun sesudah Pemilu. Untuk mencapai indikator tersebut tentunya perlu kerjasama seluruh stakeholder dengan bawaslu dan KPU serta media.

Perang opini lewat media sosial hingga berujung permusuhan jelang ataupun sesudah pemilu sudah sering terjadi. Terlebih lagi manyebarnya berita hoax dengan tujuan memecah belah bangsa.

Maka, masyarakat harus bijak dalam menggunakan media sosialnya baik dalam beropini dan tidak mudah mempercayai berita-berita yang beredar jelang pemilu.

Mari ciptakan pemilu yang berkualitas tolak politik uang sebagai kesadaran menghindari politik transaksional, meminimalisir konfilk yang berujung kekerasan, dan ikut berpartisipasi suara dalam pemilu

Pemilih Cerdas, Pemilih Berkualitas, Ciptakan Indonesia Maju. (ind)