Polisi Tangkap Pengedar Pil Dobel L

Humasmakota – Polsek Klojen bekuk pengedar ribuan pil double L di wilayah Kota Malang, Tersangka yang ditangkap tersebut berinisial (DF) (27), warga Jalan KH. Abdul Qodir Zaelani, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat.

“Jadi anggota kami mendapatkan laporan dari masyarakat, bahwa di Jalan Ranugrati sering dijadikan tenpat penyalahgunaan narkoba. Setelah itu kami langsung lakukan penyelidikan,” ujarnya dalam press rilis ungkap kasus penyalahgunaan obat terlarang pil double L di halaman Mapolresta Malang Kota, Senin (23/11/2020).

Dari hasil penyelidikan itu, polisi berhasil mendapatkan nama tersangka. Polisi melalui metode undercover buying (polisi yang menyamar) kemudian melalukan transaksi jual beli pil double L kepada tersangka.

“Pada Selasa (3/11/2020) sekitar pukul 16.20 WIB di Jalan Ranugrati, tersangka yang berinisial DF berhasil ditangkap. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 5 botol plastik yang tiap botolnya berisi 1.000 butir pil double L,” ungkapnya.

Polisi lalu bergerak ke rumah tersangka untuk melakukan penggeledahan. Saat dilakukan penggeledahan, ternyata polisi menemukan begitu banyak pil double L.

“Di rumah tersangka DF kami menemukan 41 botol plastik, yang tiap botolnya berisi 1.000 pil double L. Selain itu kami juga menemukan 1 botol plastik, yang didalamya berisi 168 pil double L. Sehingga total barang bukti pil double L yang diamankan dari tersangka berjumlah 46.168 butir pil double L,” bebernya.

Polisi kemudian segera membawa tersangka beserta barang bukti ke Polsek Klojen untuk dilakukan proses penyidikan, Akibat perbuatannya, tersangka bakal meringkuk di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama.

“Tersangka kami kenakan Pasal 197 subs Pasal 196 subs Pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman penjara selama 10 tahun. Dan saat ini kasusnya masih terus dalam penyelidikan kami,” jelasnya.

Sementara itu tersangka DF mengaku menjual satu botol pil double L tersebut seharga Rp 600 ribu.

“Selama ini saya sudah menjual botol pil double L ke empat pembeli yang berbeda. Dan sebelumnya pada tahun 2017 pernah dipenjara atas kasus yang sama. Namun karena saya butuh uang, akhirnya saya kembali lagi melakukan hal yang sama,” pungkasnya.