Polres Malang Kota bersama Densus 88 dan Brimob Geledah rumah pengikut ISIS

Malangkotanews – Tim Densus 88 menangkap KR di Kota Malang, Sabtu (9/12/2017). KR (41) warga yang diamankan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri baru dua pekan berada di rumah mertuanya, Usman Abdullah di Jl Yulius Usman Gang v / 174 Kelurahan Kasin Kecamatan Klojen.

Saudara ipar KR, Ahmad mengatakan KR menikahi kakak perempuannya. Sehari-hari, keluarga KR tinggal di Sengkaling Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

“Baru dua minggu berada di sini. Sehari-hari ya tinggal di rumahnya di Sengkaling,” ujar Ahmad kepada wartawan, Sabtu (9/12/2017).

Ahmad tidak mengetahui kenapa kakak iparnya ditangkap polisi. Ketika ia tiba di rumah orang tuanya, polisi sudah tidak ada di rumah tersebut.

“Saya tidak tahu, tidak ada pemberitahuan apapun juga. Saya sampai ke sini, polisi sudah tidak ada,” ujar Ahmad.

Ia menuturkan kakak iparnya bekerja sebagai sopir. Ia menegaskan kalau keluarga itu tidak tinggal di rumah orang tuanya di Jl Yulius Usman. Keluarga KR hanya datang untuk berkunjung, termasuk dua pekan terakhir ini.

Sementara itu, Ketua RT 06 Abdul Wahid menuturkan dia hanya mengenal istri KR. Wahid yang baru lima bulan menjabat sebagai RT tidak begitu mengenal KR.

“Hanya tahu wajah tetapi tidak tahu nama. Baru tahu ini tadi kalau namanya itu. Saya hanya mengenal istri dan keluarganya karena mereka warga sini,” ujar Wahid.

Wahid mengetahui ada penggeledahan rumah warganya oleh polisi ketika diminta pulang oleh sang istri. Bergegas ia pulang dari tempat kerjanya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kasus yang yang menimpa suami warga di RTnya hingga sampai berurusan dengan polisi.

Sedangkan Kepala Bagian Operasional Polres Malang Kota Kompol Dodot Dwianto membenarkan adanya Tim Densus 88Antiteror ke wilayah kerja Polres Malang Kota.

Densus 88 meminta pengamanan personel dari Polres Malang Kota untuk mengamankan penggeledahan sebuah rumah di Jl Yulius Usman Gang V No 174.

Menurut Dodot, penggeledahan dimulai pukul 13.15 hingga 14.00 Wib.

“Kami dimintai bantuan untuk pengamanan penggeledahan saja. Apakah ada penangkapan, saya tidak mengetahuinya. Permintaan ke kami hanya back-up pengamanan penggeledahan rumah,” tegas Dodot.

Karenanya, pihaknya mengerahkan sekitar 30 personel untuk pengamanan penggeledahan itu. Personel itu antara lain terdiri atas Satreskrim, Intelijen, Sabhara, Satuan Lalu Lintas, serta dari POlsek Klojen.

“Kami diminta memberitahu RT dan RW, ya kami lakukan,” imbuhnya.

Sebanyak 10 personel Satuan Brimob Polda Jatim di Ampeldento juga turut mengamankan. Sedangkan personel Densus 88sebanyak delapan orang.

Dodot menegaskan hanya dimintai bantuan mengamankan kegiatan Densus hanya di Jl Yulius Usman.

“Tidak ada di tempat lain, hanya satu tempat itu saja,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun Surya, anggota Densus 88 menangkap KR di Jl Yulius Usman Kelurahan Kasin Kecamatan Klojen, Sabtu (9/12/2017) pukul 09.31 Wib.

Polisi menyebut KR memiliki sejumlah nama alias antara lain Abu Ukasah dan Rizky Al Baiti. KR merupakan warga kelahiran Malang yang beralamat di Jl Kemuning, Sengkaling Indah, Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

KR disebut pergi ke Suriah tahun 2013, berangkat dari Malang dan bertemu dengan Salim Mubarok alias Abu Jandal (petinggi militan ISIS) di Jakarta.

KR disebut berangkat ke Suriah setelah beberapa kali mengikuti pengajian di sebuah masjid di kawasan Kecamatan Lowokwaru di Kota Malang.

Masih dari informasi yang beredar, KR ke Suriah karena ingin membantu korban perang tetapi malah disuruh mengikuti pelatihan militer. keluarga KR tidak mengetahui kepergian KR ke Suriah karena dia berpamitan untuk bekerja di Arab Saudi. (suryamalang.tribunnews.com)