Polres Malang Kota Ungkap Pencabulan seorang Ayah terhadap anak kandungnya

Malangkotanews- Satreskrim Polres Malang Kota telah berhasil ungkap pencabulan terhadap anak kandung yakni R (35) tukang dekor bunga, warga kawasan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (28/11/2017) sekitar pukul 13.00, akhirnya dirilis Humas Polres Malang Kota. Tersangka R telah menyetubuhi Bunga (14) anak kandungnya sendiri sejak 2012. Sejak anaknya masih duduk di bangku kelas 4 SD hingga kelas 2 SMP.

Selama ini aksinya berjalan dengan mulus dikarenakan Bunga selalu diancam akan dipukuli, jika lapor kepada ibu atau keluarga yang lain, mirisnya lagi, R bisa leluasa menyetubuhi Bunga hingga terkadang sehari sampai 2 kali, saat kondisi rumah sedang sepi. Bahkan dalam waktu seminggu, R terkadang menyetubuhi anaknya hingga 8 kali. Hal itu selalu dilakukan di rumah saat istrinya sedang bekerja di pabrik rokok.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha Hardy Putra SH SIK mengatakan bahwa aksi keji R sudah dilakukan sejak 2012.

“Tersangka mengaku awalnya dia mendapat laporan dari seseorang bahwa anaknya atau korban melihat film korea,” ujar AKP Ambuka, dalam film korea itu ada adegan ciuman hingga membuat R geram. Hal itulah kisah pilu Bunga dimulai. Tersangka R marah-marah. Bahkan tersangka langsung bertanya apakah anaknya ingin tahu rasanya ciuman. Tak hanya itu R juga meminta Bunga untuk melepas bajunya.

Karena takut dipukul, Bunga yang saat itu masih duduk di bangku kelas 4 SD menuruti permintaan ayahnya. Usai melihat tubuh bugil anaknya, R terangsang hingga menyetubuhi buah hatinya tersebut.

“Tersangka menyetubuhi Bunga. Hal itu dilakukan saat kondisi rumah sepi. Hal itu dilakukan sering kali hingga bertahun-tahun. Korban sendiri tidak berani melappr ke ibunya karena takut dengan tersangka,” ujar AKP Ambuka.

Atas perbuatannya ini, R dikenakan Pasal 81 UU No. 35 tahu 2014 tentang perlindungan anak. Karena yang disetubuhi adalah anak kandungnya sendiri maka ancamannya ditambah 1/3 dari hukuman semestinya.

“Ancaman 15 tahun penjara. Jika dilakukan pengasuhnya/orang tuanya. Maka hukuman ditambah 1/3 atau 20 tahun,” ujar Ipda Marhaeni, Kasubag Humas Polres Malang Kota. Bunga sendiri saat ini sangat trauma hingga dibutuhkan pendampingan, Seperti yang diberitakan sebelumnya apa yang dilakukan oleh R (35) warga kawasan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, sangat tidak patut ditiru. Sebagai seorang ayah, dia harusnya melindungi anaknya.

Namun sebaliknya, dia malah melampiaskan nafsu pedofil kepada anak kandungnya sebut saja Bunga (14) siswi kelas 2 SMP. Ironisnya hal itu dilakukan oleh R sejak tahun 2012, tentunya saat itu darah dagingnya tersebut masih sekolah kelas 4 SD. Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke unit PPA (Perindungan Perempuan Anak) Polres Malang Kota.

Atas perbuatannya itu, R akhirnya ditangkap dan Selasa (21/11/2017) siang sudah mendekam di balik jeruji besi Polres Malang Kota.

Informasi Memo X menyebutkan, tersangka menyetubuhi putri kandungnya tersebut di rumah saat kondisi sepi. Hal itu dilakukan oleh R sejak Bunga masih kelas 4 SD. Pada November 2017, karena tak kuat dengan apa yang dialaminya, Bunga yang sudah semakin besar akhirnya memberanikan diri menceritakan kejadian ini kepada salah seorang keluarga.

Dengan membawa bukti baju yang ada spermanya, Bunga melapor kepada salah seorang pihak keluarga. Mendengar cerita dari Bunga, pihak keluarga langsung shock hingga segara saja melapor ke Polres Malang Kota. (memontum.com/gie/yan)