Press Release Narkotika, Polres Malang Kota tangkap pengedar

Malangkotanews – Polres Malang Kota mengamankan pengguna dan pengedar narkotika golongan I jenis sabu lebih dari 5 gram pada Kamis, 4 Januari 2018.

Tangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat tentang peredaran narkoba jenjs sabu di sekitar Alfamart Jalan Simpang Borobudur Kota Malang.

Dari informasi tersebut, Sat Reskoba Polres Malang Kota berhasil mengamankan tersangka ADM.

Dalam penangkapan ADM juga beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,5 gram.

Kassubbag Humas Polres Makota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan dari penangkapan ADM, Kasat Narkoba, AKP Syamsul Hidayat memimpin langsung pengembangan kasus hingga berhasil mengamankan tersangka ELJ  (59).

ELJ ditangkap di rumahnya Jalan Letjen Sutoyo dengan barang bukti sabu seberat 42,61 gram.

“Ini tangkapan kelima dalam tahun ini dan termasuk tangkapan besar. Rinciannya adalah satu bungkus plastik klip berisi sabu 25,92 gram dan 36 plastik klip berisi 16,69 gram sabu,” ujarnya pada SURYAMALANG.COM. Jumat (26/1/2018).

Selain itu, barang bukti yang diamankan antara lain adalah satu buah timbangan, dua pak besar berisi plastik klip kosong, uang tunai Rp 500 ribu, 1 kartu ATM BCA, dan 3 unit HP merk Huawei.

Tersangka ELJ yang merupakan janda dan bekerja sebagai penjual kerupuk keliling itu diduga sebagai pengedar narkotika dan akan dikenakan pasal 114 ayat (1) dan/atau pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Yaitu tanpa hak dan melawan hukum menjual atau menyerahkan dan/atau memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I jenis shabu yang melebihi 5 gram.

Dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan, paling lama 20 tahun kurungan, atau denda minimal 1 miliar dan paling banyak 20 miliar.

Tersangka ADM juga dikenakan pasal 112 yaitu tanpa hak memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika, yang ancamannya minimal 4 tahun kurungan dan maksimal 15 tahun kurungan.

“Tersangka ELJ mengaku membeli sabu dari temannya bernama MUS di Bali dengan cara ranjau. Ia membeli dengan harga Rp 1 juta per gram dan dijual kembali dengan harga Rp 800 ribu per 0,5 gram pada ADM sebanyak 10 kali,” lanjut Marhaeni.

Saat ini MUS masih dalam proses penyeludikan dan masuk dalam daftar pencarian orang. (suryamalang.tribunnews.com/neneng)