Rumah Solicha terbakar, alami kerugian 200 juta

Malangkotanews- Sabtu pagi ini (16/12/2017) warga di sekitar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang digegerkan peristiwa kebakaran yang bersumber di perumahan warga. Tepatnya di Jalan Sunan Kalijaga No 9 RT 01/RW 07 Kelurahan Dinoyo, atau tepat berada di belakang kompleks bangunan kampus.

Kebakaran tersebut menimpa rumah kontrakan milik Solicha sekitar pukul 07.30. Rumah tersebut selama ini dijadikan kios Laundry Dora dan warung Bebek Suling. Api yang bersumber dari kios Laundry Dora menjalar ke teras rumah hingga membakar habis warung makan Bebek Suling milik Eko dan Dedi.

Hingga saat ini, api sudah dapat dijinakkan oleh tim pemadam kebakaran (damkar). Kepala UPT Damkar Kota Malang Jose Bello mengungkapkan, pihaknya langsung menurunkan enam unit mobil damkar setelah mendapat laporan dari warga sekitar. “Untuk saat ini api sudah bisa dijinakkan, total kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Bello, satu penghuni rumah musti mengungsi. Bello mencatat, api telah membakar habis ruangan kios laundry berukuran 3×4 meter hingga ludes. Bukan hanya itu, api juga menghanguskan rombong warung bebek suling.

Selain itu, beberapa benda yang berada di lokasi juga habis terbakar. Di antaranya tiga tabung LPG, enam unit mesin cuci, dua unit mesin pengering pakaian, enam buah kursi, dua unit lemari pakaian, serta pakaian laundry yang tidak terhitung. “Api cepat membesar karena material yang terbakar kan kain, asapnya juga sempat membuat kabur pandangan warga sekitar lokasi,” terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang J. Hartono menambahkan, untuk sementara, listrik di sekitar lokasi kejadian dipadamkan. “Dipadamkan sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk penyebab kebakarannya, sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Hartono menyebut, tim BPBD telah memberikan bantuan sementara dua paket makanan siap saji. Selain itu, personel Tim Reaksi Cepat dan Tim Kaji Cepat untuk melakukan assesment terkait kerusakan, kerugian, dan sumber daya yang terdampak. “Kami menghimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk tetap berhati-hati terhadap potensi ancaman bencana yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan,” pungkasnya. (malangtimes.com/nurlaily)