Sat Reskrim Polres Malang Kota berhasil Menangkap pencuri di SMAN 10 Malang

Humasmakota-Perempuan yang terekam CCTV ketika melakukan aksi pencurian di SMAN 10 Malang, (26/9) lalu, akhir­nya terungkap. Aksi pencurian yang sempat menghebohkan itu, dilakukan dua orang. Yakni, “EDY”, 19, warga Bareng Tengah, Kecamatan Klojen, Kota Malang serta “EIA”, 25, warga Dusun Sidoaji, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Yadwivana Jumbo Qatansson mengungkapkan, kedua pelaku memang bekerjasama dalam melakukan aksinya. Erika bertugas masuk ke dalam kelas untuk melakukan eksekusi pencurian. Sedangkan tersangka Elsa bertugas me­ngawasi situasi di luar sekolah.

“Dalam beraksi mereka tidak membutuhkan waktu lama, hanya beberapa menit, kemudian setelah berhasil menggasak sejumlah barang seperti HP milik siswa, mereka langsung segera kabur meninggalkan kelas,” kata AKP Yadwivana Jumbo Qatansson.

Sebelumnya, kedua pelaku menuju ke sekolah yang terletak di Jalan Danau Grati No 1, Sawojajar berboncengan motor. Hal ini terungkap dari salah satu orang tua siswa yang sempat berpapasan dengan pelaku.

Bermodalkan CCTV, keterangan saksi, serta cirri-ciri pelaku berbadan gemuk, mengenakan kerudung dan baju biru dongker. Terdapat gantungan tanda pengenal dengan tinggi sekitar 150 cm, petugas akhirnya menemukan petunjuk soal identitas pelaku.

‘’Kedua pelaku ini berhasil ditangkap di depan Telkom Jalan A. Yani, Kecamatan Bimbing, Kota Malang, Selasa (9/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Kemudian mereka dibawa ke tempat kosnya di gang Satria, Blimbing untuk mencari barang bukti,” jelas dia.

Ketika ditangkap, petugas mengamankan barang bukti HP Samsung Galaxy A5, satu buah HP OPPO, satu buah HP Vivo, satu buah HP Asus, satu buah HP Iphone 5.

Selain itu, petugas kepolisian ikut mengamankan dua laptop, lima dompet, satu accecoris, uang Rp 750.000, dan juga sebuah sepeda motor Vario sebagai sarana untuk melakukan aksinya.

Sampai saat ini polisi juga terus memintai keterangan dari kedua pelaku. Untuk kasus pencurian SMKN 6 Kota Malang yang juga terjadi di hari yang sama dan selang beberapa jam setelah pencurian di SMAN 10 juga masih terus didalami petugas.

Sementara ini, dari keterangan kedua pelaku, mereka masih menyangkal, jika mereka juga beraksi di SMKN 6 Kota Malang. Namun petugas tak begitu saja percaya dan masih terus melakukan penyelidikan.

Sementara, Kepala Sekolah SMA N 10 Kota Malang Dr Husnul Chotimah  mengaku pihaknya lega pelaku sudah tertangkap.

“Alhamdulilah, saya bersyukur. Saya selalu berdoa dengan seluruh warga sekolah supaya tertangkap. Saya berdoa supaya segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar,” terang dia.

Apalagi, tambah dia, pencuri tersebut masih berusia 19 tahun. “Jika tidak tertangkap, maka akan terus berbuat dosa dan kesalahan,” kata dia.

Dia menambahkan, sebagai pendidik, ia menyadari mengapa si pencuri berbuat nekat. Sebab, menurutnya, latar belakang keluarganya.

‘’Mudah-mudahan proses hukum yang akan dijalaninya membuat dia betul-betul jera dan bertaubat,” tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, SMAN 10 di Sawojajar dan SMKN 6 di Jalan Ki Ageng Gribig, Rabu (26/9)  dibobol maling. Pelakunya terekam CCTV seorang perempuan, terlatih dan bergaya ala mahasiswa Praktik Pengalaman  Lapangan (PPL) dan alumni.

Pelaku masuk melalui gerbang sekolah lalu menuju ruangan kelas yang sedang ditinggalkan siswa karena  berolahraga. Pelaku masuk saat satpam ke kamar mandi. Pelaku rupanya sudah mengamati sekolah dari luar pagar dan sempat gagal masuk karena ada satpam yang berjaga.

Setelah berada dalam lingkungan sekolah, perempuan yang terekam dalam CCTV itu menuju  kelas XI MIPA 5 di lantai 2. Saat itu, seluruh siswa kelas tersebut sedang olahraga. Sedangkan kelas sekitarnya sepi karena kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung.

Usai beraksi, ia berjalan santai menggantungkan tas ransel berisi hasil curian lalu meninggalkan sekolah  melalui lobi.(tea/jon) malangposonline.com