Tiga hari gelar Ops Patuh Semeru 2018 Polres Malang Kota, tindak 989 pelanggar

Humasmakota – Polres Malang Kota (Makota) panen pelanggar lain. Sebab dalam tiga hari menggelar Operasi Patuh Semeru 2018, Satlantas Polres Makota menindak 989 lelanggar.

Kasat Lantas Polres Makota, AKP Ari Galang melalui Kanit Turjawali, Ipda Luhur Santoso mengatakan bila pelanggar lalin justru meningkat. Mayoritas mereka melanggar karena tidak memiliki SIM, melanggar rambu dan marka.

“Pengendara kebanyakan tidak memiliki SIM, tidak membawa STNK serta melangar rambu dan marka jalan. Selama tiga hari ini, terjadi lonjakan dua kali lipat pelanggaran dari tahun lalu,” kata Ipda Luhur Santoso, Sabtu (28/4/2018).

Dijelaskannya, dari ratusan pengendara yang ditilang, sebagian merupakan pelajar yang tidak memiliki SIM. “Banyak juga pelajar yang kena tilang. Tapi datanya belum bisa dilihat karena masih jadi satu dengan pelanggar yang lain,” urainya.

“Operasi patuh semeru ini adalah operasi yang mengedepankan penindakan,” tambahnya.

 

Ipda Luhur juga menjelaskan, operasi ini bertujuan menekan tingginya kecelakaan lalu lintas yang dimulai dari pelanggaran terhadap peraturan berkendaraan.

“Selama tiga hari operasi patuh, petugas berhasil menindak sebanyak 989 pengendara yang kita tilang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Luhur menjelaskan, ada tujuh target dari operasi patuh semeru 2018 ini. Diantaranya mengemudi sambil mengenakan Hand Phone, berboncengan tidak menggunakan helm, melebihi batas kecepatan, mengemudi dalam keadaan mabuk, dan melawan arus.

“ Hari ini operasi kami gelar di utara Simpang empat Mergan, tepatnya di jalan raya Langsep. Hasilnya, ratusan pengendara kami kami tindak, sebab para pengendara itu kebanyakan tidak menggunakan helm serta tidak memiliki SIM,” tandasnya.

Sekedar diketahui, hari pertama Satlantas Polres Malang Kota menindak 115 pengendara. Pada hari kedua, menindak 363 pelanggar. Sedangkan hari ketiga, Sabtu (28/4/2018), sebanyak 425 pengendara ditindak.(lil/ah). surabayapost.id