Tim Hunter Makota, bekuk pelaku begal di kota malang

Humasmakota – Satu di antara tiga begal yang sempat membacok Ahmad Ervanto (32) pada Senin (30/4/2018) lalu, berhasil diringkus Tim Hunter Makota Unit Resmob Satreskrim Polres Malang Kota, Minggu (6/5/2018) dini hari.

Pelaku diketahui bernama Jmd alias kacong (28). Dia adalah warga Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jatim.

Pelaku begal ini keok saat ditangkap Satreskrim Unit Resmob di wilayah Kecamatan Klojen Kota Malang. Informasi yang berhasil dihimpun, Minggu (6/5/2018) sekira pukul 01.15 WIB, posisi satu pelaku begal yang berhasil kabur terendus petugas berada di wilayah hukum Polres Malang Kota.

Pada saat itu posisi tersangka berada di kawasan Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Mendapat informasi tersebut, anggota Resmob dari jajaran Polres Malang Kota segera mengejar dan memberikan informasi kepada jajaran untuk meminta pertebalan kekuatan untuk menangkap tersangka.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Dijelaskannya bahwa anggotanya telah berhasil menangkap satu diantara tiga pelaku begal yang sebelumnya telah memakan korban atas nama Ahmad Ervanto, warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pekan lalu.

“Tersangka merupakan pelaku lama yang selama ini meresahkan warga Kota Malang. Tersangka Jmd ini saat beraksi di kawasan makam umum Polehan bersama dua teman lainnya,” ungkap AKP Ambuka Yudha, Minggu (6/5/2018).

Dijelaskannya, bahwa kawanan pelaku ini merupakan raja tega. Pelaku tak segan – segan melukai korban. “ Seperti yang terjadi pada korban Ahmad Ervanto kemarin itu,” lanjutnya.

Dengan terungkapnya kasus ini dan satu tersangka telah ditangkap, maka dua kawan lainnya buron. “Kami minta keduanya segera menyerahkan diri. Kalau tidak, kami akan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.

Kini, tersangka Jmd harus meringkuk disel tahanan Polres Malang Kota. Polisi juga mengamankan barang bukti. Di antaranya 3 unit sepeda motor jenis Honda Beat, Yamaha Mio dan Suzuki FU, 1(satu) KTP Korban, 1(satu) STNK, dompet warna hitam, 1(satu) lembar kertas surat pendataan subjek dan objek pajak kendaraan bermotor serta dua senjata tajam jenis pancor dan clurit.

“Tersangka dikenakan pasal 365 KUHP tentang tindakan pencurian dan kekerasan (curas). Dia diancam 9 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (lil/ah).surabayapost.id