Yang Menimbun Masker Pasti Akan dipidanakan

Humasmakota – Polresta Malang Kota mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan masker dan hand sanitizer. Jika itu dilakukan, bisa dipidanakan.

Imbauan ini menyusul setelah langkanya masker dan hand sanitizer di sejumlah daerah di Kota Malang. Seperti yang terjadi di Viva Apotek Kota Malang. Akhir-akhir ini, apotek ini diserbu masyarakat. Yang dicari rata-rata hanya dua, yakni masker dan hand sanitizer.

“Ya (bisa dipidanakan). Bahwa semua yang berkaitan dengan penimbunan, penyimpanan yang dilakukan secara berlebihan khususnya terhadap masker atau hand sanitizer juga peralatan kesehatan yang tujuannya hanya untuk memperkaya atau menguntungkan diri sendiri itu bisa diproses dan bisa dikenakan UU Perdagangan, UU Perindustrian, UU perlindungan konsumen, UU kesehatan,” kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata kepada TIMES Indonesia, Selasa (3/3/2020)..

Leo, sapaan akrabnya, mengaku sudah memerintahkan anggotanya untuk menindaklanjuti setiap kegiatan yang dengan penimbunan ini.

“Kita tidak mau ada kelangkaan, seperti sembako kemarin kita juga sudah ada penyelidikan dan kita harapkan juga tidak terjadi khususnya di Kota Malang ini,” imbuhnya.

Ia berharap aktivitas penimbunan masker dan hand sanitizer di Kota Malang tidak terjadi. Pihaknya mengimbau masyarakat itu tidak melakukan tindak pidana yang bisa berujung dibui.

Bagi seseorang yang melakukan tidak pidana tersebut akan diganjar ancaman penjara. Hukumannya bervariasi ada yang 5 tahun, ada yang di bawah 5 tahun.

“Seperti UU Perlindungan konsumen itu kita bisa kenakan 5 tahun. Bahkan lebih. Tergantung ancamannya. Namun kita berharap tidak sampai menerapkan demikian. Kita mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, ikuti saja  himbauan dari pemerintah bagaimana menjaga kesehatan dan kebersihan,” beber Leo soal ancaman bagi penimbun masker. (*)